Happy Ied
Ucap tak terdengar,
Tangan tak berjabat,
Tapi dari hati yang tulus dan ikhlas, saya mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
9/28/2008 02:34:00 PM | Labels: illumination | 17 Comments
Sadako (based on a true story)
(Cerita asli dalam bahasa Jepang, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia)
GADIS MISTERIUS DI SUMUR TUA
Kami hidup di desa terpencil yang jauh dari hingar bingar kota. Saya Daijiro, malam itu berkumpul bersama 3 orang teman laki-laki. Kami merayakan ulang tahun Watanabe, seorang teman saya yang baru pulang dari Tokyo. Saat itu jam menunjukkan pukul 01.30. Bar tempat kami minum-minum sudah hendak tutup. Maka kami memutuskan untuk melanjutkan ngobrol di rumah Shinosuke, yang paling dekat. Dan kami pun berjalan menuju ke sana.
Semua penduduk desa sepertinya telah terlelap tidur diselimuti kabut musim dingin. Kira-kira 500 meter menjelang rumah Shinosuke, kami melewati sebuah sumur tua.
Tiba-tiba kami dikagetkan suatu hal yang sangat mengerikan……!
Tiba-tiba muncul seorang gadis berpakaian putih panjang dengan berlumur banyak darah. Sekujur tubuh dan kepala gadis itu penuh berlumuran darah segar…!
Kami berempat tak sanggup berbuat apa-apa…kami hanya tertegun ketakutan…!
Tak sanggup lari karena dicekam ngeri…bahkan tak sanggup bergerak atau bersuara…!
Tetapi, gadis itu ternyata hanya berlalu…melewati kami berempat dan terus berjalan menuju sumur tua itu……
Tak berselang berapa lama gadis itu lenyap, masuk ke dalam sumur tua tersebut……
Tapi, meskipun gadis itu sudah tak terlihat, kami berempat masih tetap tertegun. Tak bisa berkata sepatahpun, dan kami hanya bisa saling memandang. Belum sempat kami menenangkan diri…selang 1-2 menit kemudian kami kembali dicekam kengerian…!
Gadis misterius itu merangkak keluar dari dalam sumur tua…!
Hanya saja kali ini dengan pakaiannya yang putih panjang tanpa lumuran darah. Tapi wajah gadis misterius itu tetap tampak pucat dan mengerikan……kali ini gadis itu memandang kepada kami berempat…
Dan tanpa bersuara dia berjalan menghampiri kami berempat…
Kami dicekam perasaan aneh dan ngeri yang amat sangat…saya sendiri merasa seolah darah di sekujur tubuh saya berhenti mengalir……!
Tubuh ini sama sekali tidak sanggup bereaksi untuk menggerakkan kaki saya…rasanya seluruh tubuh tak bisa bergerak……!
Dengan dicekam kengerian luar biasa, saya melihat gadis misterius itu makin mendekat……
Makin mendekat…dan akhirnya kami berhadapan kira-kira kurang dari 2 meter…
Saya memejamkan mata, dan merasa bahwa saya hampir pingsan saat itu. Ketika si gadis menyeringai……!
Meskipun gadis itu tidak bertaring (seperti hantu di film-film horor), tapi saya merasa bahwa wajahnya saat itu jauh lebih mengerikan dari Dracula yang pernah saya tonton di film……!
Kami berempat sudah benar-benar tercekam rasa ngeri……!
Kami sama sekali tidak sanggup bergerak…bahkan bersuara…dan sepertinya hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi……
Kemudian, kami seolah tak percaya……si gadis berkata……
“Rinso memang hebaaaaaattttt !!! Noda-noda bandel bisa hilang! Bersih! Baju tampak baru!!!
Wuakaakakakakaakak……

Huahahahahah…serius amat bacanya!
*dalam rangka ngabuburit, cerita ini saya copas dari email teman.
9/26/2008 08:03:00 AM | Labels: nonsense, ridiculous | 9 Comments
Mereka golongan yang terbakar di bulan Ramadhan
9/25/2008 08:17:00 AM | Labels: ridiculous | 9 Comments
Attention
Sekedar info aja nih. Saya anggap ini penting untuk disharing di sini. Semoga bermanfaat ya…
Bagi teman-teman (kalo orang Bank bilang nasabah) yang masih punya urusan dengan Bank, diselesaikan aja sampai tanggal 29 September 2008. Karena Bank akan libur secara Nasional sejak tanggal 30 September – 5 Oktober 2008 dan akan beroperasi secara normal pada tanggal 6 Oktober 2008. Jadi Bank akan libur selama 6 hari berturut-turut. Nah karena itu, semua transaksi perbankan seperti penerimaan dana, penarikan dana, kliring ataupun transfer melalui Real Time Gross Settlement (RTGS) akan terbatas. Atau kalo yang ingin kirimin saya duit buruan aja deh hahah…
Tapi jangan khawatir, walaupun Bank libur pada tanggal segitu, ATM masih tetap beroperasi kok. Ternyata gak cuma suami yang Siaga ya, ATM juga heheh...

9/24/2008 11:51:00 AM | Labels: illumination | 5 Comments
Ada makhluk ‘lain’ di Masjid kita

Tersebutlah sebuah Masjid berukuran ± 12 x 12 meter di belakang rumah saya. Jaraknya cuma dipisahkan dengan satu rumah. Masjid ini dibangun sejak jaman saya masih SD. Dan sejak itu pun saya udah tarawih di Masjid itu. Tapi setelah saya mengalami yang namanya masa puber, saya memilih Masjid yang lebih jauh, lebih besar dan yang lebih banyak anak-anak cowoknya hihih…

Nah, karena semalam adalah hari ke-15 Ramadhan, maka sudah 15 hari pula ada makhluk ‘lain’ di Masjid itu. Gak sopan memang mengatakan 2 manusia itu adalah makhluk lain, secara mereka juga makhluk hidup ciptaan Allah. Jadi begini sodara-sodara, yang satunya adalah assisten rumah tangga (bahasa halusnya pembokat) tetangga depan rumah saya. Dan yang satunya lagi adalah ponakan yang mpunya rumah di belakang rumah saya. Swear! gak ada yang salah kalo saja…yang assisten rumah tangga itu adalah wanita yang seolah-olah laki-laki dan si ponakan itu adalah laki-laki yang seolah-olah wanita. Ngerti kan? Yang assisten rumah tangga itu namanya Remi. Dan yang si ponakan itu (dulu) namanya Adi, sekarang udah menjadi Lola (saya udah gak tega bilang makhluk lain).
Keluarga saya dan tetangga yang lain gak masalah sih kalo ada Remi dan Lola di sekitar rumah kita. Toh kita ini orang-orang yang demokratis dan liberal (skali-skali ngomong bahasa yang susah), bukan orang-orang yang saling ngomongin kejelekan tetangga di sebelah rumah. Bukan orang-orang yang suka sirik liat tetangga sebelah lagi senang. Gak lah, kita kan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal di kawasan elit (hooeks…). Jadi kek gitu bukan masalah.
Jadi begitulah, selama 15 hari sejak Ramadhan tahun ini, Remi dan Lola sudah bergabung bersama kita untuk sholat tarawih di Masjid itu. Tapi ada yang sesuatu yang masih mengganjal, sodara-sodara…Remi dan Lola, keduanya berada di shaf pria! Hahahahahah


Pertanyaannya adalah, siapa yang benar dan siapa yang salah? Masalahnya gini loh, Remi dan Lola, keduanya pake baju koko, pake sarung, dan pake kopiah. Karena yang sholat di Masjid itu adalah para tetangga yang terdiri om-om, tante-tante, dan teman-teman sejak kecil, yah kita kalo liat mereka berdua jadi tertawa-tertiwi aja, ada yang senyum kecil, ada yang senyum besar hahah…
Kalo Lola sih cuek, tau sendiri kan kalo waria dan sejenisnya itu full of confidence. Dia mah senyum-senyum genit aja kalo digodain. Adikku yang cowok malah bilang begini “Lola, kamu harusnya di shaf cewek…” Hihihih…tapi kasian Remi, diem-diem aja kalo udah duduk di shaf pria. Malah kalo ceramah gak ada yang mau duduk di dekatnya. Kita sebenarnya juga serba salah. Okelah, kalo Lola mungkin udah berada di

Trus kekacauan apa yang terjadi semalam? Gak ada hubungannya kok dengan Remi dan Lola. Tapi adalah kesalahan Imam, yang mungkin lagi gak khusyuk, lagi menghayal ato lagi mikirin istrinya di rumah. Bayangkan, saya itung 6 kali dia salah melafalkan bacaan ayat waktu sholat tarawih. Itu Imamnya ngambil di mana sih? Tumben loh kejadian semalam itu. Imam yang payah dan berindikasi menyesatkan umat huhuh


Selesai sholat, ada bapak yang nyeletuk, “pasti Imamnya menghayal tuh. Gimana kalo kita hukum dia, kita kunci dia di dalam Masjid sampe sahur. Biar dia gak pulang sekalian!”
Trus saya bilang, “Gak usah gitu, Om. Bagaimana kalo kita bungkus dia pake kain kafan! Trus kita ikat dia sampe gak bernafas! trus kita gantung dia di atap Masjid sampe pagi!"

9/16/2008 11:58:00 AM | Labels: nonsense, people around me | 17 Comments
My Day!


I get wings to fly Oh…oh…
I’m alive
When you call on me
When I hear you breathe
I get wings to fly
I feel that I’m alive
When you look at me
I can touch the sky
I know that
I’m alive
When you blessed the day
I just drift away
All my worries die
I’m glad that I’m alive
You’re set my heart on fire
Filled me with love
Made me a woman
On clouds above
I couldn’t get much higher
My spirit takes flight
Cause I’m alive
(When you call on me)
When you call on me
(When I hear you breathe)
When I hear you breathe
(I get wings to fly)
I feel that I’m alive
Oh yeah, I’m alive
(When you reach for me)
When you reach for me
(Raising spirits high)
God knows that
That I’ll be the one standing by
Through good and through trying times
And it’s only begun
I can’t wait for the rest of my life
(When you call on me)
When you call on me
(When you reach for me)
When you reach for me
(I get wings to fly)
Ah…ah
(I feel that)
(When you blessed the day)
When you blessed, you blessed the day
(I just drift away)
I just drift away
(All my world is dark)
I know that…I’m alive
Yeah,
I get wings to fly
God knows that I’m alive…
Terima kasih…! Terima kasih…! Pletaaakk!!! Wadooohh!…
9/14/2008 04:34:00 PM | Labels: innocent me, nonsense | 9 Comments
Signature doesn’t matter
Disela pelatihan akhir bulan lalu, gak sengaja pak Yusuf, peserta dari Purwokerto melihat tanda tangan saya di cover materi pelatihan (biasa kan, ditandatangani dan dikasih nama). Pak Yusuf menyodorkan selembar kertas lagi untuk saya tanda tangani. Ow, serasa artis deh dimintain tanda tangan. Bapak itu mau meramal dengan melihat tanda tangan saya.
“Kamu itu orangnya tertutup yah…Jalan hidup kamu itu berliku dan banyak rintangannya…Sepertinya lagi banyak masalah…Banyak sekali yang kamu pikirkan saat ini…Tapi masa depan kamu nanti bagus kok”.
Saya melongo aja. Hormati orang tua iya, tapi sebel juga dibilang lagi banyak masalah. Masa sih? Rasanya saya fine-fine aja.
Gak bermaksud protes, tapi saya bilang begini. “Saya gak tertutup kok, pak. Lagian kita kan baru kenal, pak. Ini sih casingnya aja heheh…Gini loh, pak. Saya itu kalo baru kenal orang emang pendiam. Yah namanya makhluk idup kan perlu beradaptasi. Tapi kalo udah kenal dekat saya ini cerewet loh, pak. Dan kalo menurut saya yah pak, hal-hal apapun yang ada dan kita alami dalam hidup, kan ada yang perlu diceritain dan ada yang gak perlu diceritain ke orang. Ada privasi dan batasannya gitu”.
Saya dan pak Yusuf bicara dengan volume yang kecil. Soalnya sambil dengar materi pelatihan. Gak sopan.
“Bapak kok bilang saya banyak masalah? Gak ada masalah tuh, pak”
“Tapi kamu pasti ada masalah”
Loh, orang gak ada masalah kok dipaksa punya masalah? Gimana sih pak Yusuf ini. Aneh.
“Bisa keliatan kok dari tanda tangan kamu ini” sambil nunjuk ke tanda tangan saya.
Oalah, jadi karena tanda tangan saya yang panjang dan banyak garisnya maka itu banyak masalahnya? Hahah…
Saya jelasin, kalo tanda tangan saya itu sama sekali gak ada artinya. Panjang begitu cuma untuk meringkas nama panjang saya dalam bentuk tanda tangan. Garis yang berulang itu cuma ciri kita dulu yang kuliah di jurusan Arsitektur. Gak lebih. Mending tanda tangan saya, ada tanda tangan dosen saya yang njelimet minta ampun. Banyak garisnya, ada lingkaran dan segitiganya. Jadi gak bisa dipalsuin heheh…
Jadi menurut saya sih, saya gak begitu percaya dengan ramalan. Kalo yang baik, okeh mungkin bisa dipertimbangkan sekaligus menyenangkan hati. Tapi kalo yang buruk, gak mau percaya deh. Bikin gak enak hati huhuh…
9/12/2008 03:59:00 PM | Labels: innocent me, nonsense | 10 Comments
Dolan ke Solo – part 2
Keraton Solo - Tampak bagian luar dan bagian dalam
Perpaduan gaya kolonial dan rumah adat Jawa. Ada aturannya ketika ingin masuk ke dalam kompleks Keraton. Gak boleh pake sandal, gak boleh pake topi, gak boleh pake kacamata hitam, dan gak boleh merokok (saya senang aturan yang ini, karena gak suka bau asap rokok). Coba lihat gambar aturan di bawah ini.


Nah, karena saya waktu itu pake celana tanggung (setengah betis atau 7/8), saya harus pake rok panjang yang udah disediakan. Dan karena saya pake sandal, lagi-lagi harus nyeker alias bertelanjang kaki waktu masuk ke dalam keratonnya. Syukur deh semua permukaan tanahnya dari pasir yang halus. Jadi kaki gak sakit atau lecet. Konon, pasirnya diambil dari pantai laut selatan. Karena Pakubuwono di Solo yang berkerabat dekat dengan Hamengkubuwono di Jogja punya hubungan dengan Kanjeng Ratu Kidul di laut Selatan.


Keluar dari halaman Keraton, saya mampir ke Museumnya. Isinya banyak lah. Foto-foto keluarga Keraton, perabot kerajaan jaman dulu, alat prosesi pernikahan keluarga Keraton, dan lain-lain.
Salah satu perabot yang ada di dalam Museum Keraton
Duduk di tandu manten putri - berharap semoga cepat seperti patung yang disebelahnya heheheh...
9/04/2008 08:57:00 AM | Labels: journey | 15 Comments
Dolan ke Solo – part 1
Sebulan yang lalu emang sok sibuk aja kok. Selain karena masih anget-angetnya jatuh cinta dan menyusun sejuta rencana dan mimpi bersamanya…

Okeh, sebelum dinas ke Jakarta akhir bulan lalu, saya jalan-jalan ke Solo, kota yang terkenal dengan kota batik. Saya pernah tinggal dan kerja di kota ini selama setahun, waktu itu masih fresh graduate. Jadi gak takut nyasar deh di Solo.
23.08.2008 - Tiba di Bandara Adi Sucipto Jogja jam 1 siang, saya langsung ke Solo naik kereta Prambanan Express. Syukurlah di depan Bandara sekarang udah ada Stasiun kereta Maguwo. Jadi gak perlu ke Stasiun Tugu atau Lempuyangan. Sejam kemudian tiba di Stasiun Balapan Solo. Terngiang lagu ‘Stasiun Balapan’ nya Didi Kempot hihihih…

Istirahat dulu sampe sore, setelah magrib saya jalan-jalan nyari makan di kawasan Beteng. Di tempat ini ada tempat makan yang namanya Galabo (Gladak Langen Bogan). Tempatnya cozy banget. Walaupun siang hari jalan ini macet karena dilewatin kendaraan, tapi malam hari tempat ini disulap jadi tempat makan yang nyaman. Karena malam hari jalan ini ditutup untuk kendaraan dan hanya diperuntukan untuk pejalan kaki. Parkiran kendaraan berada di depan jalan masuk Galabo.


Nasi-ikan kakap bumbu bakar-lalapan-pete-sambel terasi yummyyy...
Nasi liwet - gak bisa makan berdua pacar, abis porsinya dikit sih huhuhu...
Di depan Beteng Trade Center ada pertunjukan perkusi barang-barang bekas diiringi gitar dan ada juga yang baca puisi. Wow, orang-orang yang sangat kreatif. Barang-barang bekas seperti botol, galon air mineral, pelek sepeda, bambu, panci bekas, jergen minyak tanah dan drum air, ditabuh menjadi beberapa irama lagu. Apalagi waktu bawain jingle Marlboro. Keren banget.


9/01/2008 04:23:00 PM | Labels: journey | 6 Comments